Wakaf Asuransi Syariah, Cara Mudah Beramal

0
2
masjid wakaf asuransi syariah

Wakaf merupakan bentuk dari realisasi ibadah kepada Allah SWT dengan memberikan harta benda yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat luas. Dalam pengaplikasiannya, wakaf dikelola oleh nazhir (pengelola) lalu dikembangkan dan hasilnya untuk kesejahteraan umat.

Yang dibagi adalah hasil investasinya, sedangkan harta awal sifatnya tetap dan harus utuh. Hal tersebut berpatokan pada Hadist Nabis yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, “ahbis ashlaha wa sabbil tsamrataha.” Berarti tahanlah asalnya (harta pokok yang diwakafkan) dan bagikan hasilnya.

Namun, tidak hanya sekadar memberikan harta, tetapi ada rukun yang harus dipenuhi ketika berwakaf, yaitu adanya orang yang memberikan wakaf (waqif), adanya benda yang diwakafkan (mauquf), adanya orang yang menerima manfaat wakaf (mauquf ‘alaih), serta ikrar wakaf atau ada lafadz (sighah).

tanah wakaf asuransi syariah

Mauquf ada dua jenisnya, yaitu benda yang tidak bergerak (seperti tanah, bangunan, dan lain-lainnya)  serta benda yang bergerak (misalnya uang).

Di luar dari rukun wakaf, ada juga yang namanya nazhir selaku pengelola wakaf yang termasuk elemen penting sebab nazhir yang akan mengelola dan mengembangkan harta wakaf. Keberadaan nazhir ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004.

Dalam UU tersebut, dijelaskan mengenai jenis dan syarat-syarat Nazhir sehingga pengelolaan harta wakaf lebih profesional dengan tujuan manfaat dan faedah yang diberikan bisa lebih maksimal.

Meski Nazhir memiliki peran yang besar dalam pengelolaan harta wakaf, bukan berarti Nazhir punya kekuasaan mutlak atas harta yang dikelolanya. Imbalan bagi Nazhir maksimal hanya 10 persen dari hasil bersih atas pengelolaan dan pengembangan harta wakaf tersebut.

Konsep dasar ini berlaku pada wakaf asuransi syariah. Di mana dana wakaf yang dibayarkan oleh peserta asuransi dikelola oleh perusahaan asuransi, yang dalam hal ini sebagai nazhir. Dana wakaf tersebut diinvestasikan dan hasilnya digunakan sebagai dana klaim untuk saling menolong sesama peserta atau untuk mauquf ‘alaih yang sudah ditunjuk oleh wakif.

Wakaf dan asuransi syariah memang dua hal yang berbeda, namun memiliki kesamaan. Baik dari sisi pembagian jenisnya, begitu juga dengan tujuan keduanya, yaitu sama-sama untuk tolong menolong dan saling membantu untuk meringankan beban serta untuk kesejahteraan kehidupan bersama.

Kesamaan dari segi itulah menjadi pintu masuk sistem wakaf digabung dalam instrumen asuransi syariah. Selain itu, dengan wakaf asuransi syariah ini, dana wakaf seperti bola salju yang akan terus berkembang menjadi besar seiring dengan semakin banyaknya peserta dan bertambahnya waktu. Keuntungannya hasil investasinya tentu juga akan semakin besar.

Peserta asuransi syariah berbasis wakaf juga akan mendapat keuntungan yang berlipat dengan wakaf takaful keluarga. Sebab lebih dari sekadar asuransi berjangka karena manfaatnya bisa didapatkan dalam waktu yang panjang bahkan abadi. Sehingga keluarga dan ahli waris bisa menikmati manfaat asuransi dari generasi ke generasi.

Saat membayar premi, secara otomatis peserta asuransi sudah ikut mengeluarkan harta untuk wakaf. Dengan begitu, peserta tidak hanya mendapatkan keuntungan dunyawi, tapi juga ukhrawi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here